Senin, 25 April 2011

Pembelajaran Kooperatif

Menghindari kegiatan belajar mengejar yang bersifat monoton dan membosankan bagi peserta didik, maka metode pembelajaran sangat berperan. Syarat pemilihan metode harus disesuaikan dengan kondisi yang ada di suatu tempat agar tercipta suasana yang komutatif, interaktif, dan kondusif dalam proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Nasution (1989 : 54 ) bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menggunakan metode yang tepat supaya proses pembelajaran dapat berjalan efektif. Selain itu, guru juga harus mamp[u menciptakan situasi yang membuat siswa senang dalam pembelajaran, sehingga hasil belajar siswa meningkat. Upaya mengembangkan potensi siswa dalam pembelajaran saat ini khususnya pada mata pelajaran matematika adalah dengan metode pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning). 

Pembelajaran kooperatif adalah sistem pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur (Lie, 2002 : 12). Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk memberikan tanggung jawab kepada siswa tentang keberhasilan kelompoknya dan juga membantu teman lainnya untuk sukses bersama. Dalam pembelajaran kooperatif keberhasilan individu tetap di akui, tetapi yang di harapkan siswa yang pandai membantu teman yang lain. Slavin, dalam Khansya (2003 : 8) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif dibedakan menjadi 8 model pembelajaran, yaitu : 1) Student Team Achivement Devision (STAD), 2) Team Assisted Individualization (TAI), 3) Cooperative Integrated and Composition (CIRI), 4) Jigsaw, 5) Group Investigation, 6) Learning Together, 7) Complek Intruction, 8) Stuctured Dyadic Methods. Penelitian ini menggunakan metode pembelajaran kooperatif Model Jigsaw,dengan pertimbangan bahwa model pembelajaran ini masih belum meluas penggunaannya di dunia pendidikan. Khususnya untuk bidang studi matematika, karena banyak guru yang beranggapan bahwa dalam pembelajaran kooperatif, penilaian kurang adil dan memerluklan banyak waktu belajar sehingga proses pembelajaran tidak efisien. Selain itu, pembelajaran kooperatif Model Jigsaw dapat melatih siswa untuk lebih aktif, lebih berani mengemukakan pendapat dan bertanggung jawab serta bekerja sama. Dengan kondisi kelas yang demikian akan menumbuhkan semangat siswa dalam belajar, sehingga akan mempengaruhi hasil belajar yang akan dicapai siswa. pembelajaran kooperatif Model Jigsaw pertama kali dirancang oleh Elliot Aronson, dan kawan-kawan dari Universitas Texas, kemudian di adaptasi oleh Slavin dan kawan-kawannya (Ibrahim et all, 2000 : 21). Model ini dirancang untuk memotivasi siswa dalam mempelajari bahan sebaik mungkin dan bekerja keras di dalam kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal adalah kelompok yang telah di bentuk oleh guru pada awal pembelajaran, sedangkan kelompok ahli adalah kelompok yang beranggotakan wakil-wakil dari kelompok asal yang mempunyai tugas untuk mempelajari materi yang sama. Model pembelajaran ini memberikan tanggung jawab yang besar pada peserta didik lainnya. Selain itu, pembelajaran kooperatif Model Jigsaw melatih siswa untuk gotong royong.

Tidak ada komentar: