Medan
Ternyata kota Padang dan kota Medan berbagi makna yang sama atas namanya: field. Mereka saudara semakna yang benar-benar adil dan tahu diri. Si “Padang” lebih memilih untuk melekat pada hal-hal religus dan sosial-lingkungan, katakanlah kita mengenal ada padang Mahsyar atau padang rumput/ilalang; sementara si “Medan” mengambil peran nuansa yang lebih seram, katakanlah ada medan perang atau medan gravitasi. Wah…
Mungkin kalau kita ganti, misalnya medan Mahsyar atau padang gravitasi, secara makna tidak berbeda tapi hanya ganjal di telinga. Hmm… tapi ide menarik juga kalau saya coba mulai dari sekarang menyebut Quantum Field Theory sebagai “Teori Kuantum Padang”, hahaha. Mungkin orang yang mendengar akan mengasosiasikannya sebagai “Teori Kuantum dari Padang”.